Kemilau yang Kelabu karya Mustakim

Mentari sejuk dipagi hari kami lalui  begitu indah, bersama selalu dalam suka

duka .Egi dialah sahabatku.Walaupun bukan saudara kandung, ia begitu berarti dalam perjalanan hidup yang kami lalui.Saling meneteskan air mata dalam duka sudah sering dialami,saling bersukaria dalam kegembiraan sudah pasti.Dengan berjalannya waktu yang sepertinya sangatlah cepat,setamat SMA kami terpaksa berpisah, mengikuti cita-  cita hidup yang membuat persahabatanku ada jarak.” Mori,mungkin aku akan kuliah di Semarang gimana dengan kamu? “Gi,kenapa semua jadi begini,harus berpisah karena cita-cita kita beda,aku ke Jogja sedangkan lho ke Semarang.”Sudahlah Ri,inikan sementara,kan?paling lama 5 tahun dan kita tetap saling kolling – kolingan, oke.” Waktu memutuskan kebersamaan yang sudah lama kami jalani,oh,Tuhanku.”

Seiring berjalannya hari dan pergantian tahun,kami tetap saling telepon,saling bersurat, mengirim foto, yang pasti persahabatan jarak jauh itu penting sekali bagiku dengannya.Dia bercerita tentang gadis yang pernah dikenalnya, terbuka banget mengenai pacarnya.Demikian juga aku, terbuka sampai ke hal yang yang paling kecil pun.”Hai,mahasiswa kedokteran,gimana pasiennya bisa sembuh nggak,kataku”bisa dong friend, gue kan dokter spesialis kandungan yang akan terkenal,gimana dengan kau mahasiswa Hukum,hati – hati kelak ya, dalam menentukan keputusan kalau kau jadi hakim atau pengacara,nasihatnya”Beres bos,aku akan jadi orang paling loyal pada hukum.” Itu secuil isi obrolan kami lewat handphone.

Waktu terus merangkak tua, lima tahun telah berlalu, kami bisa wisuda dengan predikat yang memuaskan.Dengan rahmat Tuhan,dia berhasil menjadi dokter spesialis

Kandungan yang sangat disenangi oleh pasien-pasiennya. Demikian juga aku jadi seorang hakim yang begitu disegani dan ditakuti oleh para penjahat atau siapa saja yang mencoba merubah hidup yang indah menjadi kacau.Itu semua kutangani dengan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Hidup pun semakin indah dan bermakna karena bisa berkumpul kembali dalam satu daerah dan penuh persahabatan yang semakin erat walaupun masing – masing mempunyai pekerjaan yang mengandung risiko tersendiri.

Saat hari libur, dia mengajakku refresing,jalan- jalan ke tempat rekreasi dengan mengajak pacarnya. Gadis itu begitu  cantik dan mempesona.Siapa pun yang melihatnya tidak akan berpaling darinya. Dia begitu sempurna.                                  Walaupun itu milik sahabatku tak kupungkiri ada rasa yang tak kutahu dan tak kumengerti dalam diri ini. Hati gundah bercampur kalut kalau bertemu dan ngobrol dengannya.Dia pun seperti itu yang kulihat dari pandangan matanya yang begitu indah pada diriku.Namun kusadari dia masih miliknya Egi,sahabatku.Dalam beberapa waktu kami sering bertemu dan berbicara seperti sepasang kekasih.Kebingungan menghinggap dalam batinku entah apa yang terjadi denganku .Apakah yang terjadi padaku, semoga hanya hayalan belaka.Tapi, perasaan ini terus menghantuiku,ingin kuungkapkan namun lidahku kaku tak bisa berkata apa-apa kalau sudah dihadapannya.

Kudengar kabar, nampaknya mereka menjalani hubungan yang tidak begitu berarti dan menimbulkan pertengkaran.Kunasehati sahabatku agar mempertahankan hubungannya.Keadaan sudah tidak memungkinkan hingga hubungan mereka terputus di tengah jalan.Dalam beberapa kesempatan malah dia sering bertemu denganku karena kebetulan tempat kami bekerja bersebelahan.Sepertinya saling merespon apa yang menjadi keinginan kami sebenarnya.namun kami masih tetap membisu tidak berani berujar tentang perasaan hati.Aku juga takut menyinggung perasaan sahabatku kelak.

Kuberanikan diri memberikannya surat,dan ternyata dia menanggapi isi suratku dengan menerima cintaku padanya.Hatiku lega,perasaan yang selama ini kupendam ternyata membuahkan kebahagiaan dalam dadaku.Aku senang, aku gembira dengan semua ini.Akhirnya kami pun sepakat memadu hati dan saling mencintai .

Kisah cinta kami, sahabatku pun mengetahuinya dan betapa hancur hatinya saat diketahui bahwa kekasihnya diambil oleh sahabatnya sendiri.Aku tidak bisa berbuat apa- apa,dan menceritakan apa adanya kepadanya tentang cinta kami malah dia memaki – maki aku sehingga membuat diriku tersinggung, terjadilah pertengkaran diantara kami dua sahabat.”Mengapa kau tega mengambilnya dariku,apa arti persahabatan kita selama bertahun-tahun dijalani ?”entahlah,Gi aku tidak bisa membohongi perasaanku padanya dan diapun mau mengerti dengan perasaanku”

Semua sudah kujelaskan namun dia juga tetap menganggap diriku berkhianat.Bak petir menghantam,dia memutuskan persahabatan itu.Hatiku sangat sedih mengingat dialah sahabatku yang tak pernah kulupakan seumur hidupku.

Selang waktu bertahun-tahun kami tak pernah saling kontak baik lewat surat maupun telepon aku sangat kehilangan dengan keadaan persahabatan ini.Di samping itu hubungan kasih dengan kekasihku tetap berjalan normal kami pun bersepakat mengikrarkan janji di depan penghulu yaitu menikah. Menikmati kehidupan bahagia dalam rumah tangga hanya beberapa saat saja karena ternyata istriku tidak perawan.Padahal sahabatku sendiri pernah mengatakan sebelumnya bahwa dia masih suci. Karena keahlian kedokterannya dia bisa membalikkan fakta sebenarnya, ternyata mantan pacarnya sudah tidak suci saat bersamaku.

Aku kecewa dengan semua ini,dalam kisah percintaan ini akulah yang kalah.Dan sahabatkulah yang tertawa karena bisa mengelabui diriku karena kepintarannya dalam dunia kedokteran.Tapi,tak lama kemudian kudengar berita diberbagai surat kabar bahwa dia terlibat dengan praktik ilegal yang menyeratnya ke meja hijau.Saya lah yang memutuskan dia untuk meringkuk di penjara selama 20 tahun.

Saya akhirnya sadar bahwa semuanya sudah terjadi, kami dikaruniai anak yang manja Aku bahagia,dan semoga sahabatku menyadari kesalahannya hingga kelak kami bisa kembali menjadi sahabat sejati.sekian……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: